Akhirnya Diketahui, Penyebab Bertambahnya Populasi Ulat Bulu

Diketahui, Penyebab Bertambahnya Populasi Ulat Bulu

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian Kementerian Pertanian Haryono menyatakan bahwa penyebab meningkatnya populasi ulat bulu di sejumlah daerah di Tanah Air adalah perubahan ekosistem. Kesimpulan sudah dikonfirmasi oleh beberapa lembaga penelitian dan ahli yang serangga yang dikumpulkan Balitbang.


Perubahan ekosistem yang dimaksud menyebabkan hilangnya faktor keseimbangan alami untuk sementara waktu. Faktornya adalah berkurangnya jumlah pemangsa alaminya, seperti burung, kelelawar, dan semut rangrang, dan parasitoid.


"Sebagai suatu sistem, alam juga memiliki komponen-komponen yang menciptakan keseimbangan. Saat salah satu komponen mengalami gangguan, keseimbangan itu akan terganggu. Begitu juga dengan yang terjadi dengan famili Limantriidae (ulat bulu) saat ini," papar Haryono.


Berkurangnya pemangsa alami dan peningkatan ulat bulu dipengaruhi unsur nonalami. Perubahan iklim global menjadi faktor utama. "Tapi kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Alam punya mekanisme penyeimbang," lanjut Haryono. Menurutnya, pemangsa alami dan faktor penyeimbang hayati lainnya akan kembali berfungsi dan populasi ulat bulu akan kembali pada jumlah yang normal.


Balai Penelitian Perkebunan di Bogor yang kerap mengalami peningkatan populasi ulat bulu pada periode tertentu. Populasi akan kembali normal secara alami. Oleh karena itu, Haryono meminta warga yang daerahnya mengalami kelebihan populasi ulat bulu untuk tidak terlalu terpengaruh fenomena tersebut.


Ulat bulu juga tidak menyerang tanaman pangan. Yang menjadi inang alaminya adalah jenis tanaman tahunan, seperti mangga. Ulat bulu tidak menyebabkan inangnya mati atau terhenti berproduksi. "Karena ulat bulu tidak menyerang titik tumbuh inangnya, seperti wereng. Ia adalah jenis pemakan sejumlah jenis dedaunan," kata Haryono.


Meski demikian, Haryono mengakui, spesies ulat bulu di Probolinggo memiliki kelebihan dalam siklus perkembangannya. "Yang lain siklusnya 28-30 hari. Kalau yang di Probolinggo lebih cepat dari itu," pungkas Haryono


Kesimpulan tersebut diperkuat oleh kajian peneliti dan akademisi bidang entomologi (serangga) beberapa lembaga, seperti LIPI dan IPB. Para pakar serangga seindonesia yang dikumpulkan Balitbang Pertanian juga memberikan kesimpulan yang sama.

Sumber : http://www.taukahkamu.com

READ MORE - Akhirnya Diketahui, Penyebab Bertambahnya Populasi Ulat Bulu

Fenomena Unik, Pohon-Pohon di Pakistan Diselimuti Sarang Laba-Laba

Jutaan laba-laba di Pakistan melakukan sesuatu hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Mereka mengungsi ke atas pohon dan ramai-ramai membuat sarang yang menyelubungi seluruh pohon.

Kejadian ini pertama kali diabadikan oleh seorang fotografer yang berasal dari provinsi Sindh di sebelah tenggara Pakistan, dekat Karachi, di mana pohon-pohon di sana dibaluti oleh sarang laba-laba seperti layaknya kepompong.

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/04/18/109212_pohon-di-dekat-daerah-karachi-diselubungi-oleh-sarang-laba-laba_300_225.jpg

Banyak yang mengaitkan peristiwa ini dengan banjir Pakistan yang terjadi tahun lalu, yang merupakan banjir terburuk yang dialami oleh Pakistan sejak 10 tahun terakhir.

Pada banjir ini, sekitar 20 juta warga Pakistan kehilangan tempat tinggal dan menurut data Department for International Development pemerintah Inggris, banjir masih meninggalkan genangan air seluas wilayah Inggris.


Peristiwa ini sendiri belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, penduduk melaporkan bahwa kehadiran jaring-jaring laba-laba di pohon-pohon memiliki kontribusi dalam mengurangi jumlah nyamuk di tempat itu, yang populasinya semakin menjadi-jadi akibat adanya genangan air.


More Spider Trees in 
Pakistan

Seperti dikutip dari situs DailyMail, resiko penyakit malaria juga menurun karena diperkirakan jaring-jaring tadi menjebak nyamuk-nyamuk malaria yang berseliweran di sekitar tempat itu.

Sumber : teknologi.vivanews.com
READ MORE - Fenomena Unik, Pohon-Pohon di Pakistan Diselimuti Sarang Laba-Laba

Perempuan Aneh, Pemakan Sendok Dan Garpu Makan

oprasi
Margaret Daalman datang ke rumah sakit dengan keluhan sakit perut. Dokter tercengang saat hasil pindaian memperlihatkan ada 78 sendok dan garpu dalam perut perempuan ini.
Para ahli bedah di Rotterdam, Belanda, pun segera membawa perempuan berusia 52 tahun itu ke meja operasi untuk mengeluarkan satu demi satu, sekitar satu lusin peralatan makan yang terjebak dalam perut perempuan itu. “Dia tampaknya menderita semacam obsesi. Setiap kali dia duduk untuk menyantap makanan, dia mengabaikan makanan, dan malah menelan alat-alat makan,” kata seorang dokter.
ronsen
Gambar-gambar mencengangkan tentang pembedahan Daalman itu sesungguhnya diambil lebih dari 30 tahun lalu, tetapi baru diterbitkan untuk pertama kali dalam majalah medis Belanda minggu ini. Majalah itu meminta para pembacanya untuk mengirimkan gambar-gambar tentang kisah medis yang aneh. Seorang dokter dari sebuah rumah sakit di Sittard, Belanda, lalu mengirim kisah tentang si Daalman itu.


Ketika masuk untuk proses pembedahan, Daalman, seorang sekretaris di sebuah agen properti lokal, bilang kepada para dokter, “Saya tidak bisa menjelaskan mengapa, tetapi saya merasakan desakan untuk memakan sendok dan garpu itu. Saya tidak bisa menahan diri.”
Para dokter juga mengungkapkan, itu bukan pertama kalinya dia dirawat karena makan peralatan makan. Mereka mengatakan, Daalman didiagnosis menderita kelainan kepribadian yang mendorongnya untuk makan garpu dan sendok. Dia tidak pernah makan pisau, dan tidak dapat dijelaskan pula, mengapa dia tidak makan pisau.


Daalman kemudian benar-benar pulih dan dilaporkan bereaksi baik terhadap terapi yang dia jalankan untuk mengatasi gangguan kepribadiannya.
Memakan benda-benda asing tergolong kelainan yang jarang. Kadang-kadang, ada orang yang kencanduan dan memakan benda-benda yang bukan makanan atau jumlah yang tidak biasa atau pilihan komoditas makanan tertentu. Fenomena semacam itu dianggap sebagai sebentuk penyiksaan diri. Sulit bagi dokter untuk membuat diagnosis—tidak seperti pasien penyiksaan diri yang membakar atau memutilasi diri mereka— karena kerusakannya tidak selalu jelas.
sendok
Juga, hampir tidak mungkin untuk mencegah akses ke semua obyek potensial yang bisa dimakan. Hal itu menyebabkan perilaku tersebut sulit dihentikan tanpa bantuan seorang dokter penyakit jiwa.
Para dokter di Rotterdam mengatakan, mereka belum pernah mendengar kasus seseorang mengonsumsi obyek asing sebanyak yang dialami Daalman.


sumber : http://www.unik.us/
READ MORE - Perempuan Aneh, Pemakan Sendok Dan Garpu Makan

Jangan Minum Kopi Usai Makan Makanan Berlemak

Makan makanan yang mengandung lemak tentu tidak baik untuk tubuh, tetapi jika Anda mengonsumsi kopi setelah makan makanan berlemak maka dampak negatifnya akan semakin besar lagi.

Hasil studi yang dilakukan oleh University of Guelph menunjukkan bahwa kombinasi lemak dan kafein pada kopi bisa sangat membahayakan tubuh. Peneliti menemukan bahwa orang sehat yang minum kopi setelah makan makanan berlemak mengalami kenaikan gula darah hingga dua kali lipat. Kenaikan gula darah ini bahkan setara dengan orang yang berisiko diabetes.

"Hasil studi memberitahu pada kita bahwa lemak jenuh dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk membersihkan gula dalam darah, dan ketika digabungkan dengan kopi yang mengandung kafein, maka dampaknya bisa lebih buruk lagi," jelas Marie-Soleil Beaudoin, yang melakukan penelitian bersama dengan profesor University of Guelph, Lindsay Robinson dan Terry Graham, seperti dilansir preventdisease, Selasa (19/4/2011).

Menurut Beaudoin, kombinasi antara lemak jenuh dan kafein dapat membuat gula tetap berada dalam darah untuk jangka waktu yang lama, yang dampaknya bisa sangat berbahaya.

Studi ini merupakan studi pertama yang mengetahui tentang pengaruh lemak jenuh dan kafein pada kopi terhadap tingkat gula darah. Studi dilakukan dengan menggunakan koktail (novel fat cocktail) yang hanya berisi lemak. Minuman tersebut dirancang khusus untuk memungkinkan peneliti secara akurat meniru apa yang terjadi pada tubuh ketika orang menelan lemak.

Dalam studi ini, pria sehat diminta minum sekitar 1 gram minuman lemak untuk setiap kilogram berat badannya. Enam jam kemudian mereka diberi menu selanjutnya yang terdiri dari minuman gula.

Hasilnya, kadar gula darah subjek meningkat menjadi 32 persen lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumi lemak.

Peneliti juga menguji dampak kopi berkafein yang dikombinasikan dengan makanan berlemak. Untuk tes ini, peneliti memberi partisipan kopi berkafein 5 jam setelah menelan minuman lemak. Satu jam kemudian diberi minuman gula.

Hasilnya menunjukkan bahwa kadar gula darah meningkat sebesar 65 persen dibandingkan dengan partisipan yang tidak mengonsumsi kopi dan lemak.

"Ini menunjukkan bahwa efek dari makanan lemak yang dikombinasikan dengan kopi bisa bertahan berjam-jam. Bahkan efeknya bisa dua kali lipat dibandingkan orang yang makan makanan berlemak saja," jelas Beaudoin.

Selain tes darah kadar gula, peneliti juga melihat efek gastro-intestinal dengan mengukur hormon incretin yang dirilis oleh usus setelah menelan lemak. Hormon-hormon ini sinyal pankreas untuk melepaskan insulin untuk membantu membersihkan darah dari gula.

"Pada akhirnya kami telah menemukan bahwa lemak dan kopi berkafein dapat merusak komunikasi antara usus dan pankreas, inilah yang menyebabkan mengapa peserta tidak bisa membersihkan gula dari darah mereka dengan mudah," kata Beaudoin.

Menurut Beaudoin, hasil penelitian ini sangat penting bagi orang yang berisiko untuk penyakit

"Kami telah mengetahui selama bertahun-tahun bahwa orang dengan atau berisiko diabetes tipe 2 harus membatasi konsumsi kafein mereka. Minum kopi tanpa kafein adalah salah satu cara untuk meningkatkan toleransi glukosa seseorang. Membatasi asupan asam lemak jenuh yang ditemukan dalam daging merah, makanan olahan dan makanan fast food juga bermanfaat," tutup Beaudoin.

Hasil studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Nutrition.
metabolik dan diabetes tipe 2.

Sumber : http://health.detik.com
READ MORE - Jangan Minum Kopi Usai Makan Makanan Berlemak

Mayat Bangsawan Yang Dijadikan Sebagai Obat

Mayat Bangsawan Yang Dijadikan Sebagai Obat
Mayat 
Bangsawan Yang Dijadikan Sebagai ObatJenazah 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
seorang bangsawan yang meninggal hampir 90 tahun lalu digali dengan harapan bisa membantu memerangi wabah flu. Tuan tanah di Yorkshire bernama Sir Mark Sykes itu meninggal di Perancis pada 1919 karena flu Spanyol.
 
Para ilmuwan di Inggris percaya jenazah Mark mengandung DNA flu Spanyol yang mempunyai kemiripan struktur genetik dengan flu modern. Berdasarkan hasil penemuan ilmuwan AS tahun lalu, DNA flu Spanyol bisa dibuat obat untuk mencegah wabah flu modern.
Seperti dilaporkan BBC, pengadilan mengizinkan jenazah Sir Mark yang tersimpan di rumah bersejarah, Sledmere House, dibongkar setelah mendapat izin dari cucunya. Jenazah akan diteliti dalam laboratorium khusus kedap udara agar tidak terkontaminasi.
 
 
Sir Mark meninggal dunia karena wabah flu Spanyol yang menewaskan jutaan orang pada akhir Perang Dunia I. Sir Mark adalah politikus yang digadang-gadang menjadi perdana menteri (PM) Inggris. Ia pernah ditugaskan di Timur Tengah dan terserang virus itu ketika menempuh perjalanan dari Syria ke London. Ia meninggal dunia pada 16 Februari 1919 di Hotel Lotti selama perundingan perdamaian di Paris.
Mayat 
Bangsawan Yang Dijadikan Sebagai Obat 

Sumber : http://unik.supericsun.com
Mayat Bangsawan Yang Dijadikan Sebagai Obat
READ MORE - Mayat Bangsawan Yang Dijadikan Sebagai Obat
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...